4 Cara Ampuh Mengatasi Marah Dalam Islam

Cara ampuh mengatasi marah dalam islam

Hari ini saya akan membahas tentang 4 Cara Ampuh mengatasi Marah dalam Islam. Sebelumnya saya pernah membahas mengenai 4 hal penting yang harus diperhatikan ketika marah, nah kali ini kita akan bagaimana cara meredam dan mengatasi marah itu dalam pandangan ajaran Islam.

Sahabatku, kita tahu bahwa salah satu senjata syetan untuk menghancurkan umat manusia adalah melalui marah. Ketika seorang sedang marah, maka dia akan dikuasai syetan melalui hawa nafsunya, dan akan melakukan apa saja yang merugikan dirinya, orang di sekitarnya dan lingkungannya. Dengan marah orang bisa mengeluarkan kata-kata kotor yang menyakiti orang lain. Dengan marah orang bisa melakukan kekerasan fisik dan merusak benda-benda di sekitarnya. Islam mempunyai perhatian khusus mengenai hal ini. Rasulullah SAW bersabda :

“Jangan marah, maka bagimu syurga”. (HR. Thabrani).

4 Cara Ampuh Mengatasi Marah Dalam Islam

Islam memiliki cara untuk meredam amarah seseorang, yang jika dia mengikutinya maka dijamin akan terbebas dari keburukan rasa marah itu. Cara-cara tersebut adalah sebagai berikut.

1. Membaca Ta’awudz (Perlindungan kepada Allah)

Karena sumber marah adalah hati yang dikuasai syaitan, maka perlu kita meminta perlindungan dari Allah SWT atas godaan syaitan tersebut. Bacaan Ta’awudz adalah : A’udzubillahi minassyaithoonirrajiim Atau yang lebih lengkap bacakan doa :

Doa mengatasi marah

Hilangkanlah kepanasan hatiku, dan lepaskanlah aku dari godaan syetan yang terkutuk.

Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW :

Sungguh Saya mengetahui satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang, jika dia membaca A’udzubillahi minassyaithoonirrajim”.(HR. Bukhari dan Muslim).

2. Diam dan menjaga lisan

Orang ketika sedang marah, maka bicaranya tidak beraturan. Maka itu anda cobalah untuk diam ketika marah, agar lisan terjaga dari mengeluarkan kata-kata menyakitkan yang justru akan menjerumuskan anda murka dan Nerakanya Allah. Rasulullah SAW bersabda :

“Jika kalian marah, diamlah”(HR. Ahmad dan Syu’aib).

Beliau SAW juga mengingatakan kepada kita dalam sabdanya :

“Sesungguhnya ada hamba yang mengucapkan satu kalimat, yang dia tidak terlalu memikirkan dampaknya, namun menggelincirkannya ke neraka yang dalamnya sejauh timur dan barat “(HR. Bukhari dan Muslim).

Sebaliknya jika seseorang mampu diam dan menjaga lisannya, maka balasan dari Allah adalah berupa syurga dan kenikmatan yang tak terkira di akhirat. Rasulullah SAW bersabda :

“Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki”(HR. Abu Daud dan Turmudzi ).

3. Mengambil Posisi lebih rendah

Orang ketika marah selalu cenderung ingin lebih tinggi, lebih tinggi dan lebih tinggi lagi. Dengan begitu dia bisa meluapkan segala kemarahannya dengan bebas, dan itu akan mendatangkan kerusakan dan kerugian bagi dirinya dan orang di sekitarnya. Untuk mencegah itu terjadi, maka Islam menganjurkan untuk seseorang mengambil posisi yang lebih rendah dari keadaan dia sedang marah. Misalnya duduk ketika sedang berdiri.

Rasulullah SAW bersabda :

“Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya akan hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur”(HR. Ahmad dan Abu Daud).

Jika kita mengekuti anjuran Rasulullah tersebut maka insya Allah rasa marah yang ada dalam diri kita akan segera reda. Dan anjuran Rasulullah ini bukanlah tanpa alasan. Pernakah kita berfikir mengapa rasulullah menganjurkan untuk duduk atau berbaring ketika marah ? Apa alasannya ? Logikanya seperti ini : “Orang yang ketika marah dia sedang berdiri, dia akan mudah bergerak dan memukul. Sedangkan orang yang duduk, lebih sulit untuk bergerak apalagi memukul dan merusak. Jika pun masih bisa, maka ketika orang tersebut berbaring, dia tidak akan bisa membuat kerusakan. Di saat yang seperti itulah dia bisa kembali tenang dan mengendalikan dirinya atas cengkraman syaitan”. Begitulah Islam menawarkan solusi yang baik bagi orang yang sedang dikuasai kemarahan.

4. Segera Berwudhu atau Mandi

Marah itu sumbernya dari syetan dan syetan terbuat dari api. Maka padamkan dengan air yang dingin. Hal ini berdasarkan Hadits Rasulullah Saw, dari Urwah As-Sa’adi ra :

“Sesungguhnya marah itu dari syetan, dan syetan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air”(HR. Ahmad dan Abu Daud)

Namun hadits di atas dinilai lemah oleh para ulama. Syuaib Al-Arnauth dalam ta’liq Musnad Amad menyebutkan sanadnya lemah. Juga diungkapkan oleh Al-Albani mengatakan sanadnya lemah dalam silsilah Ad-Dhaifah. Ibnul Mundzir mengatakan :

“Jika hadits ini shohih, perintahnya adalah anjuran untuk meredam marah, dan saya tidak mengetahui ada ulama yang mewajibkan wudhu ketika marah”

Sehingga beberapa pakar menganjurkan untuk berwudhu, tanpa diniatkan sebagai Sunnah. Hal ini dilakukan hanya dalam rangka meredam emosi dan amarah. dan itu masuk akal jika dipikirkan secara logika. Wallahu A’lam. Yang jelas kita sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk mengatasi amarah kita dan terhindar dari murka dan siksanya Allah SWT.

Demikian postingan kali ini tentang

4 Cara Ampuh mengatasi Marah dalam Islam.

Semoga cara-cara di atas dapat kita praktikkan dan di ambil ibrohnya sehingga kita menjadi manusia yang lebih berkualitas lagi. Aaminn. Anda bisa membaca artikel saya yang lain terkait dengan Tips di sini.

Alfin Amrullah

Hi, Wellcome to my Website. My Name is Alfin Amrullah. I’m an activist of Indonesian literation movement, a writer, and a public speaker. I love to share my expertise and experiences I had, because I believe that Sharing is Beauty. I hope you find this website suitable for you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *